Jangan seperti Singa yang di asuh domba

Ada sebuah pelajaran yang bisa aku ambil setelah membaca Novel kang abik (sekarang film AAC yang di angkat dari karyannya jadi penomenal) di akhir novel tersebut menceritakan sebuah perumpamaan.

Awal cerita di sebuah hutan ada seekor anak singa yang baru saja di tinggal mati oleh induknya, kemudian si anak singa ini mencari perlindungan dan sampailah ketemu dengan sekumpulan domba, dan induk domba tersebut merasa iba melihat si singa kecil yang butuh perlindungan dan akhirnya anak singa di rawat, di beri perhatian, di beri kasih sayang yang sama dengan anak-anak domba. dan bahkan sampai dewasapun induk domba masih memberi kasih sayang sama halnya kepada anaknya sendiri.

Si singa kecil kini menjadi dewasa, berkat kasihsayang seekor induk domba, dibesarkan ala domba, tingkah lakunya mirip dengan domba, kalo induk domba mengembik (mbeeee….mbeeee…) singa tersebut mengikuti mengembik.

suatu saat datanglah seekor singa jantan yang hendak memangsa sekawanan domba, walhasil domba tersebut berlarian, dan si singa jantan tersebut terus memburu anak domba yang terlepas dari kawanan domba yang lain.
si induk domba merasa punya tanggung jawab untuk menyelamatkan anakanya, tapi usahanya sia-sia. dan kahirnya si anak domba tersebut dimakan oleh singa jantan tersebut.

belum lagi surut kesedihan si induk domba, selang beberapa hari si singa jantan kembali, yang sekarang hendak memangsa induk domba, tetapi induk domba berusaha lari menghindari serangan. selintas induk domba melihat singa yang dia besarkan kemudian meminta tolong hei… singa tolong selamatkan aku, ayo keluarkan suaramu mana auman mu, biar singa jantan itu lari meninggalkan ku. “kata si induk domba” (tak henti-hentinya mengembik).
kemudian si singa dewasa itu berusaha mengeluarkan suaranya, dan wal hasil suara yang keluar adalah suara kambing yang mengembik bukan suara auman yang menakutkan, sedangkan si singa jantan yang memburu induk kambing sempat ketakutan karena da singa lain di sana, tetapi setelah melihat bahwa singa itu sudah berubah mentalnya menjadi mental kambing, singa jantan terus memburu induk kambing, dan induk kambing lari ke arah singa yang ia besarkan.
dan si singa yang di besarkan oleh induk kambing pun ikut lari berpencar, dan singa jantan yang hendak memangsa kambingpun merasa heran ko ada singa yang ketakutan dengan nya, akhirnya dia beralih mengejar singa itu, sambil berkata hey…!! kenapa kamu lari, kamukan singa kenapa takut sama aku. tetapi singa dewasa itu terus saja berlari, tetapi usahnya gagal, sampai akhirnya berhasil di kejar oleh singa jantan.
sudah di berhadap-hadapan antara singa jantan dan singa dewasa, kemudian singa jantan ngomong pada singa dewasa. kenapa kamu lari. kemudian singa dewasa menjawab aku takut sama kamu, lho kenapa takut kamukan singa, kamu bisa memangsa seperti aku, mengaum seperti aku, bukan-bukan aku bukan singa aku domba, kata singa dewasa.si singa jantan marah, sambil mendorong si singa dewasa ke muka danau, sambil berkata, coba lihat kedanau kamu adalah singa sama seperti aku. dan singa dewasa pun melihat keadaan wajahnya yang sama dengan singa yang tadi memburunya.

setelah rasa percaya diri singa dewasa muncul, kemudian singa jantan tadi mengajarkan bagaimana cara mengaum, dan mencari makanan ala singa. dan akhirnya kini singa dewasa pun menjadi singa yang sesungguhnya.

terakhir silahkan kamu tarik kesimpulan, apa yang menjadi pelajaran kita dari cerita di atas.???

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

5 thoughts on “Jangan seperti Singa yang di asuh domba

  1. hey id like to thank u for posting about the acer aspire empowerment, first of all i have that laptop for an age and never know the use of that ‘e’ button, i thought it was just some kind of an accesories yeah dumb. anyhow when i started to work lately on heavy design stuff i realised the lcd wasnt as bright as a pc lcd, and always producing different colors. so i googled it and found the info right here. sweet now its crystalbrite. thanks heaps. and i just wanna comment to this article, i think i can relate to it very well. sheep can be anything in reality if we relate ourselves to the lion, if sheep = environment e.g. family, culture, religion, etc. , then sheep can be the reason behind our ignorance to reveal our full potential as a human. not to say that sheeps r bad, they’re easily taught but lions roar! haha. imagine that. i love the story. this is a very good lesson. might wanna check out other animals too, haha. in reality its tough, humans tend to crawl back to their sheepish nature. but esta la vida, live and learn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s