Lapangan Kerja Bidang TI Masih Terbuka Luas

Di India 2 Juta Lowongan Kerja, di Singapura 10.000

BANDUNG, (PR).-
Lapangan pekerjaan masih terbuka luas di bidang teknologi informasi (TI). Di India saja, pada tahun mendatang akan ada 2 juta lowongan kerja, sementara di Singapura mencapai 10 ribu lowongan kerja.

Direktur Program Internasional Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Hermanto Muradi mengungkapkan hal tersebut saat open house Program Internasional ITHB, Sabtu (9/7).

Untuk memperoleh peluang di bursa tenaga kerja dunia, ujar Hermanto, lulusan sarjana di bidang TI, harus sedapat mungkin memperoleh sertifikasi internasional.

Dijelaskannya, dengan sertifikasi internasional tersebut, seorang sarjana TI berarti diakui sebagai tenaga profesional yang memiliki standar internasional. Tidak banyak sarjana TI yang sudah memiliki sertifikasi internasional. Untuk sertifikat CCIE (salah satu sertifikat yang diberikan oleh Cisco Systems), hanya ada 6.000 orang di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekira 50 orang berasal dari Indonesia.

Oleh karena itu, standar gaji bagi seorang sarjana TI bersertifikat sangat besar. Di Indonesia standar gajinya mencapai 16,9 ribu dolar AS/tahun. Standar gaji tertinggi di dunia, bagi seorang sarjana TI ada di Denmark yang mencapai 66,9 ribu dolar AS/tahun.

Luasnya lapangan kerja di bidang TI ini, ujar Hermanto, karena semua aspek kehidupan di dunia sekarang ini nyaris tidak ada yang lepas dari hal tersebut. Pengguna internet di dunia sekarang sudah mencapai 500 juta orang.

Saking tingginya kesadaran orang akan pentingnya TI, dalam empat tahun sejak pertama kalinya diluncurkan internet, penggunanya sudah mencapai angka 50 juta orang. Untuk mencapai angka tersebut, televisi membutuhkan waktu 13 tahun, personal computer (PC) membutuhkan waktu 16 tahun dan radio membutuhkan waktu 38 tahun.

“Menurut catatan majalah Forbes, dari 40 orang terkaya di AS yang berusia di bawah 40 tahun, 15 orang di antaranya dari bidang TI,” ujar Hermanto.

Rektor ITHB, Samuel Tarigan mengatakan, harus diakui bahwa sarjana TI di Indonesia masih banyak memiliki kekurangan. Kekurangan yang paling menonjol, ujar Samuel, adalah kurangnya praktik kerja –yang membuat mereka tidak siap kerja– dan kurangnya kemampuan berbahasa Inggris.

Dua hal itu yang membuat lulusan TI dari Indonesia selalu tertinggal oleh lulusan perguruan tinggi luar negeri. Berdasarkan hal itu, ITHB membuat Program Internasional, dengan tujuan memperbaiki kekurangan yang selama ini ada.

“Kami juga sudah mendapatkan sertifikasi internasional sehingga lulusan kami sama standarnya dengan lulusan luar negeri. Untuk mendapatkan sertifikasi semacam ini bukan hal mudah. Seleksinya sangat ketat dan pemberi sertifikasi sangat detail memeriksa kesiapan kita, ” ujar Samuel.

Salah seorang pengajar ITHB, Ruben Garcia dari Spanyol, mengatakan, untuk mencapai standar internasional, mahasiswa Indonesia harus menguasai bahasa Inggris. Melalui bahasa Inggrislah, berbagai informasi mengenai perkembangan TI disampaikan.

Hal kedua yang harus menjadi bagian diri mahasiswa adalah terus haus dalam mencari ilmu. “Bertanyalah setiap anda bangun pagi. ‘Mengapa saya bangun pagi ini?’ Jawabannya harus, ‘Untuk memperoleh ilmu baru’,” ujar Ruben.

Seorang mahasiswa juga harus selalu bergairah dalam belajar, proaktif dan mau kerja keras. “Jangan duduk dan mendengarkan saja. Mahasiswa harus proaktif menanyakan apa pun yang ingin diketahui,” ujarnya.

2 thoughts on “Lapangan Kerja Bidang TI Masih Terbuka Luas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s